Selasa, 08 September 2015

Harga Cabai Rawit Rp100 Ribu




POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Harga kebutuhan pokok dan sayur mayur terus terkoreksi. Seperti di pasar tradisional di Bogor. Beberapa komiditi naik, tertinggi cabai jenis rawit merah.

Harga cabai rawit merah melonjak hampir 100 persen. Kenaikan tertinggi itu jenis cabai rawit merah, harga perkilogramnya Rp75 ribu hingga Rp100 ribu, sebelumnya tidak lebih dari Rp50 ribu.
“Sempat turun dari Rp80 ribu ke Rp65 ribu. Ini naik lagi jadi Rp75 ribu, kala kualitasnya bagus sekilo Rp100 ribu,” terang pedagang cabai di Pasar Bogor, Imam seperti dilansir Radar Bogor, Rabu (26/8/2015).
Sedangkan kenaikan harga cabai rawit ijo tidak terlalu tinggi. Perkilogram dilepas Rp24 ribu dari sebelumnya Rp20 ribu.
“Cabai rawit ijo harga lebih baik. Dalam waktu satu minggu ini sudah turun dan di harga Rp20 ribu perkilogramnya, baru naik tiga hari lalu jadi Rp24 ribu,” ujarnya.
Cabai jenis lainnya tidak naik, bahkan turun. Cabai merah besar kini Rp26 ribu dari Rp30 ribu perkilogram, cabai merah kriting hanya Rp38 ribu. Dan cabai ijo besar hanya Rp20 ribu perkilogram.
Pedagang cabe lain, Maksum juga menuturkan hal yang sama. Harga cabai rawit merah naik sangat tinggi, mencapai Rp100 ribu. “Cabai rawit merah hampir sama harga daging sekarang, beda sedikit saja,” ungkap Maksum.
Pedagang lain, Abi menambahkan, harga pasca Lebaran tak pernah turun. Menurut para pedagang, kenaikan harga cabe rawit merah saat ini sudah tak wajar, terlalu tinggi.
Dibandingkan harga cabai lain,  kenaikan cabai rawit merah tertinggi.
“Mau Lebaran saja harga cabai tidak mahal kayak sekarang. Cabai rawit merah bisa sampai Rp80 ribu sekilo,” keluh Abi.
Menurut Abi, hal ini karena pengiriman cabai ke  Bogor tidak sering. Ia pun mengaku mengambil stok barang dagangan ke agen sesuai kebutuhan saja.
Kenaikan harga otomatis menurunkan penjualan hingga 40-50 persen. Imam yang biasanya mampu menjual hingga 50 kilogram perhari, kini hanya 15–25 kilogram.
“Saya paling banyak ambil cabai rawit merah itu 25 kilogram. Lebih sering hanya 20 kilo saja. Dipastikan habis sehari cuma 15 kilogram,” terangnya.
Sedangkan Maksum mampu menjual cabai 30 kilogram perhari, berjualan dari pagi subuh hingga sore hari pukul 17:00. Abi menambahkan, stok cabai aman, terutama bagi pedagang yang memiliki modal besar.
Sementara itu untuk harga ayam dan daging mulai turun walaupun belum di harga normal. Kemarin untuk harga ayam perkilogramnya sudah Rp38 ribu dan daging Rp110 ribu.
Harga ayam turun Rp2 ribu dan daging turun Rp10–15 ribu. Saat ini stok ayam dan daging di pasar sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan. Dengan kondisi tersebut para pelaku bisnis khususnya rumah makan cukup tertolong.
“Cabai naik, untungnya ayam dan daging sudah turun walaupun belum normal,” ujar owner rumah makan padang Lubuk Linggau, Siska.
Sedangkan pelaku bisnis katering, Nur Rahma mengaku, kenaikan harga cabai ini memberikan dampak yang sulit bagi pelaku bisnis kuliner, terutama rumah makan dan katering.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar